laporan biologi tentang jaringan pertumbuhan


PENGAMATAN JARINGAN PADA TUMBUHAN




 
















Disusun oleh
Rani septiyani       (XI A3 / 02)

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 JETIS BANTUL
YOGYAKARTA
2010/2011


BAB 1
PENDAHULUAN

A.   Latar belakang
        Format laporan experimen atau penelitian ilmiah ini memiliki latar belakang sebagai berikut :
        Jaringan adalah kumpulan dari beberapa sel yang memiliki bentuk,  strukture, dan fungsi yang berbeda. Jaringan yang dimiliki setiap tumbuhan tidaklah selalu sama. Ada berbagai macam jaringan penyusun tumbuhan. Jaringan-jaringan tersebut dapat bekerja sama, sehingga akan dapat terbentuk mal organ. Fungsi jaringan tidak dapat lepas dari jaringan-jaringan yang lainnya,  contoh salah satu jaringan yang hampir diseluruh tumbuhan ada, adalah jaringan pengangkut atau vaskuler yang terdiri dari xilem (pembuluh kayu) dan floem (pembuluh tapis) dan epidermis atau jaringan pelindung. Jaringan tersebut memiliki fungsi, bentuk, penyusun, dan fungsi yang berbeda serta masih banyak lagi jaringan-jaringan yang terdapat pada tumbuhan.
        Kita akan tahu dan akan dapat menganalisis tentang jaringan-jaringan penyusun tumbuhan dengan cara melakukan penelitian terhadap beberapa tumbuhan yang nantinya akan kita amati dengan alat-alat bantu penelitian. 


B.   Rumusan Masalah
          Setelah mengetahui latar belakang pada laporan penelitian ini, saya dapat merumuskan suatu masalah tentang jaringan-jaringan yang terdapat pada tumbuhan, yaitu sebagai berikut :
1.      Apakah yang dimaksud dengan jaringan?
2.      Apa saja jaringan yang terdapat pada tumbuhan yang kita amati?
3.      Bagaimana peran dari jaringan-jaringan tersebut pada suatu tumbuhan?
4.      Dimana letak perbedaan penyusun jaringan pada setiap tumbuhan yang kita amati?

                                                                                                                             

C.   Tujuan
              Ditinjau dari latar belakang dan rumusan masalah, laporan penelitian kali ini memiliki beberapa tujuan sebagai berikut :
1.   Dapat mendefinisikan yang dimaksud dengan jaringan.
2.   Mengetahui jaringan-jaringan yang terdapat pada tumbuhan .
3.   Mengetahui peran atau fungsi dari setiap jaringan yang ada pada
tumbuhan.
4. Dapat memberi penjelasan tentang perbedaan panyusun jaringan pada tumbuhan yang kita amati.                                                              

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.   Tinjauan Pustaka
          Histology adalah ilmu yang mempelajari tentang jaringan-jaringan. Pengertian dari jaringan itu sendiri adalah kumpulan dari beberapa sel yang memiliki bentuk, struktur, dan fungsi tertentu. Setiap jaringan memiliki tugas yang berbeda-beda. Tidak hanya tugas atau perannya saja, akan tetapi penyusun dari jaringan–jaringan tidaklah selalu sama.
            Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri. Akan tetapi, pada pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjutnya pembelahan sel-selnya menjadi terbatas, hanya dibagian khusus yang masih selalu membelah. Jaringan khusus tersebut tetap selalu membelah karena selnya bersifat embrionik dan sel tersebut selalu melakukan pembelahan agar menjadi banyak dan terbentuklah suatu macam jaringan. Jaringan yang selalu melakukan pembelahan itu disebut jaringan maristem.
            Pada dasarnya pembelahan sel dapat pula berlangsung pada jaringan-jaringan yang lain selain maristem. Salah satu jaringan yang dapat mengalami pembelahan selain jaringan maristem adalah kortek pada batang, akan tetapi jumlah pembelahan selnya hanya terbatas, tidak seperti pada jaringan maristem.
            Sel-sel pada jaringan maristem tersebut akan tumbuh dan mengalami spesialisasi membentuk berbagai macam jaringan yang tidak lagi mempunyai kemampuan untuk melakuakan pembelahan atau memperbanyak sel-selnya. Jaringan yang tidak dapat mengalami pembelahan diri itu disebut jaringan dewasa. Jaringan yang terdapat pada tumbuhan secara umum adalah sebagai berikut:
1.      Jaringan Maristem
Jaringan maristem adalah jaringan yang bersifat embrional, yaitu jaringan tersebut akan selalu aktif melakukan pembelahan untuk memperbanyak sel, agar dapat membentuk atau menghasilkan sebuah jaringan yang memiliki karacteristik tertentu. Jaringan maristem ini berdasarkan posisnya atau                                                       
letaknya ada tiga macam yaitu maristem apikal ( terletak di ujung akar dan ujung batang ), maristem interkalar ( terletak di bagian pangkal tiap ruas pada tanaman yang beruas-ruas ), dan maristem lateral ( terletak sejajar dengan permukaan organ tanaman ). Sedangkan berdasarkan asal-usulnya jaringan maristem dibedakan menjadi dua yaitu maristem primer dan maristem sekunder.
2.      Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa ini sudah tidak dapat mengalami pembelahan lagi, karena telah mengalami diferensiasi. Jaringan dewasa penyusun organisme tingkat tinggi adalah sebagai berikut:
a.       Jaringan pelindung ( Epidermis )
Epidermis mengalami modifikasi dapat membentuk trikoma, stoma, sel kipas, dan epidermis ganda. Empat modifikasi tersebut memiliki peran yang berbeda-beda.
b.      Jaringa dasar ( Paremkim )
c.       Jaringa penyokong ( Penguat )
Jaringan penyokong ini memiliki atau tersusun jaringan kolenkim, jaringan sklerenkim ( serabut dan sklereid ).
d.      Jaringan pengangkut ( Vaskuler )
Jaringan pengankut ini tersusun atas xilem ( pembuluh kayu ) dan floem (
pembuluh tapis ). Peran dari keduanya sangatlah berbeda, xilem berperan untuk mengankut mineral dan air dari dalam tanah dan floem berperan sebagai pengankut bahan hasil fotosintesis untuk diedarkan ke seluruh tubuh tumbuhan.
e.       Jaringan Sekretoris
Terdiri dari sel kelenjar, saluran kelenjar, dan saluran getah.

               Tumbuhan terdiri dari beberapa bagian. Penyusun dari suatu tumbuhan adalah sebagai berikut :
1.                          Akar
Terdiri dari jaringan Pelindung, kortek, endodermis, dan stelee atau silinders pusat (terdapat xilem dan floem ).

2.                           Batang
Terdiri dari jaringan pelindung ( epidermis ), kortek, dan stele atau silinders pusat ( terdapat xilem dan floem ).
3.                             Daun
Terdiri dari jaringan pelindung ( epidermis ), mesofil ( terdiri dari mesofil palisade dan mesofil spons ), jaringan pengangkut ( terdapat xilem dan floem ), dan  jarigan sekretoris.
4.                               Bunga
Bunga merupakan alat pengembangbiakan atau alat reproduksi  generatif,  yang muncul ketika tumbuhan tersebut telah  mencapai usia tertentu atau pada usia dewasa. Bunga merupakan modifikasi dari batang tumbuhan, sedangkan buahnya berasal dari bakal buah yang telah dibuahi  terdiri dari bagian dasar bunga ( reseptakel ), perhiasan bunga atau mahkota bunga ( periantenum ), benang sari ( stamen ), dan putik ( pistilum ).
(Buku Biology kelas XI)

BAB III
METODE KERJA

               Dalam penelitian ini, ada beberapa hal yang harus disiapkan sebelum melakukan penelitian lebih lanjut. Yang dibutuhkan dalam melakukan penelitian adalah :
A.    Alat dan Bahan
1.      Mikroskop, kaca objek, kaca penutup
2.      Pipet dan air
3.      Tusuk gigi
4.      Silet
5.      Daun Rhoi discolor
6.      Tangkai daun enceng gondok
7.      Tangkai daun selederi
8.      Daun nangka
9.      Batang Hydrilia verticillata

       B.     Langkah Kerja
1.          Menyiapkan mikroskop, usahakan mendapat cahaya yang cukup.
2. Membuat beberapa sayatan epidermis permukaan bawah daun Rhoi discolor dan daun nangka untuk pengamatan jaringan epidermis.
3.          Meletakan sayatan pada gelas benda, tutup dengan kaca penutup.
4. Mengamati di bawah mikroskop dengan perbesaran kecil kemudian semakin besar.
5.          Menggambar hasilnya dilembar kerja dan memberi keterangan.
6. Menentukan bagian-bagian sel ; inti sel, sitoplasma, dinding sel, lumen, dll yang diamati.
7. Untuk menentukaan jaringan parenkim dengan cara membuat sayatan melintang pada tangkai daun enceng gondok (bagian yang menggembung) dan melakukan kerja seperti point 3-6.
8. Menentukan pengamatan jaringan penguat atau penyokong, kemudian membuat sayatan melintang pada tangkai daun selederi lalu lakukan langkah kerja seperti point 3-6.
9. Untuk pengamatan jaringan pengangkut dengan cara membuat sayatan melintang pada batang Hydrilia verticillata kemudian melakukan langkah kerja seperti point 3-6.

BAB IV
PEMBAHASAN

A.   Pembahasan
          Organisme adalah sekumpulan dari suatu sistem organ yang saling bekerjasama sedangkan sistem organ adalah sekumpulan dari beberapa jaringan yang memiliki peran atau fungsi tersendiri dan saling bekerjasama antar jaringan satu dengan jaringan yang lain. Jadi  pengertian jaringan secara  ditailnya adalah penyusun suatu organ pada suatu organisme yang tersusun atas  sekumpulan dari beberapa sel yang memiliki bentuk, stuktur, asal, dan fungsi yang berbeda.
             Pada setiap tumbuhan memiliki susunan jaringan yang berbeda dalam pembentukan suatu organ dan dalam suatu organ terkadang ada yang tidak terdapat suatu jaringan yang mungkin pada organ tumbuhan yang lain mamilikinya, salah satunya adalah kortek endodermis. Kortek endodermis ini hanya dimiliki oleh tumbuhan monokotil.
            Pada gambar dibawah ini merupakan pengamatan jaringan tumbuhan yang diamati dibawah mikroskop cahaya yang akan nampak sebagai berikut :
1.      Gambar jaringan epidermis pada daun Rhoi discolor yang diamati dengan mikroskop cahaya dengan perbesaran 10 x 10
      Pada pengamatan daun Rhoi discolor yang diamati dengan mikroskop cahaya nampak jaringan pelindung atau epidermis dan derivat atau modifikasinya. Jaringan pelindung atau epidermis ini adalah lapisan jaringan
      yang berada paling luar yaitu pada permukaan organ primer tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, dan buah. Peranan dari jaringan pelindung atau epidermis ini adalah melindungi bagian dalam tumbuhan, sedangkan derivat atau modifikasi jaringan pelindungnya yang nampak pada pengamatan adalah stoma (tunggal) atau stomata (jamak) atau mulut daun. Stoma ini suatu celah yang terdapat pada permukaan epidermis organ yang dibatasi oleh sel khusus yang disebut sel penutup. Peranan dari stoma adalah tempat respirasi dan transpirasi.
2.      Gambar jaringan epidermis pada daun nangka yang diamati dengan mikroskop cahaya dengan perbesaran 10 x 10
Pada pengamatan daun nangka yang diamati dengan mikroskop cahaya nampak jaringan pelindung atau epidermis dan derivat atau modifikasinya. Jaringan pelindung atau epidermis ini adalah lapisan jaringan yang berada paling luar yaitu pada permukaan organ primer tumbuhan sepeti akar, batang, daun, bunga, dan buah. Peranan dari jaringan pelindung atau epidermis ini adalah melindungi bagian dalam tumbuhan, sedangkan derivat atau modifikasi jaringan pelindungnya yang nampak pada pengamatan adalah trikoma (tunggal) atau trikomata (jamak). Trikoma ini memiliki peran sebagai penerus rangsang, mengurangi penguapan, membantu penyerbukan biji dan bunga.
3.      Gambar jaringan parenkim  pada batang enceng gondok yang diamati dengan mikroskop cahaya dengan perbesaran 10 x 10
               Pada  pengamatan batang enceng gondok ini nampak jaringan dasar atau parenkim, jaringan ini yang terdiri dari sel-sel yang hidup. Pada parenkim mengandung klorofil disebut klorenkim. Parenkim ini dapat dijumpai pada jaringan mesofil (palisade dan spons) dan memiliki peran sebagai penyimpan makanan pada buah dan biji.
4.      Gambar jaringan penyokong pada tangkai daun selederi yang diamati dengan mikroskop cahaya dengan perbesaran 10 x 10
               Pada pengamatan tangkai daun selederi ini nampak terlihat jaringan penyokong berupa  kolenkim.                                    Jaringan penyokong merupaka jaringan penguat tumbuhan. Jaringan penyokong ini ada dua macam yaitu kolenkim dan sklerenkim, akan tetapi pada tangkai daun selederi hanya
               terdapat jaringan penyokong kolenkim yaitu jaringan penyokong yang  terdiri dari se-sel yang hidup dan masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
5.      Gambar jaringan pengankut pada batang Hydrilia ferticilata yang diamati dengan mikroskop cahaya dengan perbesaran 10 x 10
Pada pengamatan batang Hydrilia verticillata nampak jaringan pengangkut atau vaskuler, jaringan pelindung atau epidermis, dan kortek endodermis. Jaringan pengankut atau vaskuler ini adalah Jaringan pengangkut terdiri dari xilem yang berperan sebagai pengangkut mineral serta air dari tanah dan floem berperan sebagai pengedar hasil fotosintesis keseluruh tubuh tumbuhan. Jaringan pelindung atau epidermis ini adalah lapisan jaringan yang berada paling luar yaitu pada permukaan organ primer tumbuhan sepeti akar, batang, daun, bunga, dan buah. Peranan dari jaringan pelindung atau epidermis ini adalah melindungi bagian dalam tumbuhane sedangkan endodermis adalah sel yang tersusun yang sangat rapat tanpa ada ruang antar sel. Endodermis yang tidak mengalami penebalan pada dindingnya berperan sebagai sel penerus air dan endodermis ini hanya dapat dijumpai pada tumbuhan yang tergolong dalam tumbuhan monokotil.
Diantara tumbuhan yang kita amati terdapat penyusun jaringan  yang memiliki beberapa perbedaan yaitu  :
1.      Bentuk setiap sel penyusun jaringan
2.      Peran atau fungsi antar jaringan
3.      Letak jaringan

BAB V
PENUTUP

                 Kesimpulan
     Setelah mengetahui pembahasan dari penelitian tentang penyusun jaringan-jaringan pada setiap tumbuhan, kita dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Mengetahui definisi dari jaringan adalah sekumpulan dari beberapa sel yang memiliki macam hal yang berbeda.
2. Mengetahui jaringan-jaringan yang terdapat pada tumbuhan, diantaranya adalah jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penguat, dan jaringan pengangkut,.
3. Mengetahui peran dari setiap jaringan yang ada pada tumbuhan, diantaranya sebagai pelindung (epidermis) dan sebagai penyokong tumbuhan (jaringan penyokong kolenkim).
4. Mengatahui perbedaan penyusun jaringan pada setiap tumbuhan salah satunya terdapat pada endodermis. Endodermis hanya dapat dijumpai pada tumbuhan monokotil.

              Saran
        Saran untuk sampel penelitian gunakanlah sampel yang berbeda-beda agar kita tahu perbedaan setiap jaringan pada tumbuhan dan ikutilah penelitian ini sesuai dengan prosedur yang berlaku.








DAFTAR PUSTAKA

Pratiwi dkk . 2006 . Biology class XI . Jakarta . Penerbit Erlangga.
Cambell, N.A., J.B.Reece, & L.G. Mitchell. 2005. Biology. Edisi ke-                     5.Ter.dari:Biology.5th ed. Oleh Manulu, W. Jakarta. Penerbit Erlangga.


0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer