LAPORAN KIMIA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESTIMBANGAN

LAPORAN KIMIA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
 KESTIMBANGAN


Oleh
Muhammad Luthfi Mustofa (IPA 3/12)


SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI JETIS BANTUL
Kertan, Sumber Agung, Jetis , Bantul

BAB I
PENDAHULUAN

A.     LATAR BLAKANG
Kesetimbangan dinamis adalah sistem kesetimbangan di mana kecepatan reaksi kanan sama dengan kcpatan reaksi kiri. Kesetimbangan dibedakan menjadi 2 yaitu, kestimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen.
Kesetimbangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu suhu, tekanan, dan konsentrasi. Dalam percobaan kali ini kita akan membuktikan perubahan suhu dapat mempengaruhi kesetimbangan atau tidak dan juga mengamati apa yang terjadi terhadap larutan HNO3.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang maka masalah dalam pengamatan ini adalah :
1.      Apakah terjadi perubahan warna pada gas NO2 ?
2.      Apakah suhu dapat mempengaaruhi terjadinya kesetimbangan ?


C.     TUJUAN
Pada eksperimen ini akan ditentukan pengaruh suhu terhadap sistem kesetimbangan antara gas NO2 dan N2O4.
Reaksi : 2NO2(g)                       N2O4(g)      ╬öH = -58 kJ

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

DASAR TEORI
Reaksi yang dapat berlangsung dalam dua arah disebut reaksi dapat balik. Apabila dalam suatu reaksi kimia, kecepatan reaksi ke kanan sama dengan kecepatan reaksi ke kiri maka, reaksi dikatakan dalam keadaan setimbang. Secara umum reaksi kesetimbangan dapat dinyatakan sebagai:
A  +  B  ®   C  +  D
ADA DUA MACAM SISTEM KESETIMBANGAN, YAITU :
1.
Kesetimbangan dalam sistem homogen
Kesetimbangan dalam sistem gas-gas
Contoh: 2SO2(g) + O2(g)  «   2SO3(g)
a.
Kesetimbangan dalam sistem padat gas
Contoh: CaCO3(s)  «   CaO(s) + CO2(g)
b.
Kesetimbangan sistem padat larutan
Contoh: BaSO4(s)  «   Ba2+(aq) + SO42- (aq)
c.
Kesetimbangan dalam sistem larutan padat gas
Contoh: Ca(HCO3)2(aq)   «   CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g)
Pernyataan tersebut juga dikenal sebagai hukum kesetimbangan.
Untuk reaksi kesetimbangan: a A + b B  «   c C + d D maka:
Kc = (C)c x (D)d / (A)a x (B)b
Kc adalah konstanta kesetimbangan yang harganya tetap selama suhu tetap

BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
-
Jika zat-zat terdapat dalam kesetimbangan berbentuk padat dan gas yang dimasukkan dalam, persamaan kesetimbangan hanya zat-zat yang berbentuk gas saja sebab konsentrasi zat padat adalah tetap den nilainya telah terhitung dalam harga Kc itu.
Jika kesetimbangan antara zat padat dan larutan yang dimasukkan dalam perhitungan Kc hanya konsentrasi zat-zat yang larut saja.
Contoh: Zn(s) + Cu2+(aq)  «   Zn2+(aq) + Cu(s)
Kc = (Zn2+) / (CO2+)
FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENGGESER LETAK KESETIMBANGAN ADALAH :
a. Perubahan konsentrasi salah satu zat
b. Perubahan volume atau tekanan
c. Perubahan suhu
A. PERUBAHAN KONSENTRASI SALAH SATU ZAT
Apabila dalam sistem kesetimbangan homogen, konsentrasi salah satu zat diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang berlawanan dari zat tersebut. Sebaliknya, jika konsentrasi salah satu zat diperkecil, maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak zat tersebut.
Contoh: 2SO2(g) + O2(g)  «   2SO3(g)
- Bila pada sistem kesetimbangan ini ditambahkan gas SO2, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
- Bila pada sistem kesetimbangan ini dikurangi gas O2, maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.


B. PERUBAHAN VOLUME ATAU TEKANAN
Jika dalam suatu sistem kesetimbangan dilakukan aksi yang menyebabkan perubahan volume (bersamaan dengan perubahan tekanan), maka dalam sistem akan mengadakan berupa pergeseran kesetimbangan.
Jika tekanan diperbesar = volume diperkecil, kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah Koefisien Reaksi Kecil.
Jika tekanan diperkecil = volume diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah Koefisien reaksi besar.
Pada sistem kesetimbangan dimana jumlah koefisien reaksi sebelah kiri = jumlah koefisien sebelah kanan, maka perubahan tekanan/volume tidak menggeser letak kesetimbangan.
Contoh: 
N2(g) + 3H2(g)  «   2NH3(g)
Koefisien reaksi di kanan = 2
Koefisien reaksi di kiri = 4
-
Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperbesar (= volume diperkecil), maka kesetimbangan akan
bergeser ke kanan.
-
Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperkecil (= volume diperbesar), maka kesetimbangan akan
bergeser ke kiri.
C. PERUBAHAN SUHU

Menurut Van’t Hoff:
-
Bila pada sistem kesetimbangan subu dinaikkan, maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi endoterm).
Bila pada sistem kesetimbangan suhu diturunkan, maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membebaskan kalor (ke arah reaksi eksoterm).
s
Contoh:
2NO(g) + O2(g) «  2NO2(g) ; DH = -216 kJ
-
Jika suhu dinaikkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.
-
Jika suhu diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
Derajat disosiasi adalah perbandingan antara jumlah mol yang terurai dengan jumlah mol mula-mula.





           


BAB III
METODE

A.     ALAT DAN BAHAN
1.      ALAT
·        Labu gondok 250 ml 2 buah
·        Labu gondok berlengan 250 ml
·        Statif
·        Penjepit klem
·        Klem tiga jari
·        Karet penutup labu berlubang
·        Pipet
·        Pemanas
2.      BAHAN
·        Laruta HNO3 pekat
·        Lempeng tembaga ( Cu )

B.     CARA KERJA

1.      Mengambil larutan HNO3 pekat 5ml menggunakan pipet.
2.      Mengambil tembaga ( Cu ) yang sudah disediakan
3.      Menuangkan HNO3 pekat ke dalam tabung reaksi yang di dalamnya sudah ada tembaga.
4.      Menutup tabung raksi menggunakan karet penutup dan dilapisi dengan plastik.
5.      Lihat reaksi yang terjadi dan amati perubahannya.
6.      Kemudian tabung dimasukkan dalam gelas yang berisi air es
7.      Setelah itu dimasukkan dalam suhu kamar
8.      Pengamatan yang terakhir masukkan dalam gelas yang berisi air panas (sebelumnya air dipanaskan menggunakan pemanas )
9.      Catat dalam lembar LKS.

BAB IV
PEMBAHASAN

A.     TABEL PENGAMATAN

Langkah Kerja
Kegiatan
Pengamatan
7
Gas NO2 didinginkan
Tidak berwarna
8
Gas NO2 pada suhu kamar
Coklat
9
Gas NO2 dipanaskan
Coklat pekat

B.     PEMBAHASAN
Pada fungsinya penelitian ini bertujuan untuk menambah kepemahaman siswa. Melalui penelitian ini hal-hal berupa teori yang para siswa kurang jelas dapat lebih jelas. Pada penelitian ini menggunakan beberapa bahan yaitu larutan HNO3 yang nantinya akan direaksikan dengan tembaga ( Cu ). Pertama dalam melakukan penelelitian ini adalah memprsiapkan alat dan bahan. Tapi  sebelum melakukan kita mendengarkan penjelasan dari guru sehingga kita tidak perlu bertanya lagi bagaiman cara melakukan penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap, yaitu tahap pertama adalah memasukkan tabung reaksi dalam air es, tahap ke dua dalam air biasa dan yang ketiga adalah dalam air panas. Setelah itu mmpersiapkan semuanya. Pertama tuangkan HNO3 dalam tabung reaksi yang berisi tembaga. Kemudian tutup dengan karet penutup. Setelah terjadi reaksi amati bagaiman gas terbentuk, setelah beberapa menit tabung reaksi dimasukkan dalm gelas yang berisi air es. Setelah tabung dimasukkan dalam air es yang terjadi adalah gas NO2 yang terbentuk tidak berwarna sedangakan dalam air biasa gas membentuk warna coklat seperti pada awal terjadinya reaksi. Pada tahap yang terakhir yaitu tabung reaksi dimasukkan dalam gelas yang airnya panas, gas yang terbentuk berwaran coklat pekat.






Pada reaksi ini dapat dituliskan bagaimana terjadinya
Persamaan reaksi
HNO3 (aq)          +          Cu(s)                Cu(NO3)2(aq)  + NO2(g)  +  H2O (l)         
Keterangan : HNO3 adalah larutan yang tak berwarana
                     Cu adalah solid yang berwarna coklat
            Setelah terjadi reaksi, yang terjadi adalah :
Cu(NO3)2 berwarna hijau sedangkan      NO2 berwarna coklat  dan H2O tidak mempunyai warna.
2NO2(g)                        N2O4(g)  ini adalah reaksi dimana perubahan gas dari reaksi yang terbentuk.





                                  


BAB V
PENUTUP

KESIMPULAN
Berdasarkan dari hasil penelitian dapat kita simpulkan bahwa suhu sangat berpengaruh  pada kesetimbangan. Karena Meneurut asas Le Chatelier mengatakan “ bila kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (akasi) maka system itu akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi pngaruh aksi tersebut”. Pengaruh suhu berhubungan dengan reaksi eksoterm dan endoterm. Jika suhu dinaikkan maka reaksi bergeser ke arah endoterm. Dan jika suhu diturunkan maka reaksi bergeser ke reaksi eksoterm.












                                      


DAFTAR PUSTAKA

LKS kimia untuk SMA/MA kelas XI semester 1


0 komentar:

Posting Komentar

Entri Populer